7 Poin Catatan Jasra Putra Terkait Meninggalnya Aurel

Ada 7 point yang menjadi perhatian saya dan ingin saya sampaikan, atas meninggalnya ananda Aurel, yang akan bertugas menjadi pasukan inti pengibar bendera di Kota Tangsel

1. KPAI menyampaikan belasungkawa sedalam dalamnya. Tentu ini pukulan bagi keluarga ananda yang membanggakan dan berprestasi.

2. Momen kemerdekaan, banyak anak anak dilibatkan dalam rangka mengisi kemerdekaan, disinilah nilai nilai kebangsaan, kepahlawanan. Yang menjadi bagian partisipasi anak seluas luasnya dalam mengisi kemerdekaan.

3. Bekerja dengan anak harus punya prinsip perlindungan anak, partisipasi anak, etika bekerja dengan anak. Bahwa melibatkan anak ada prinsip prinsip yang harus di pedomani.

4. Bila ada indikasi kekerasan terjadi, Kita menyarankan para pihak mendukung pemeiksaan aparat hukum dan pihak terkait, agar ada koreksi, hikmah dan pembelajaran. Diantaranya meminta Dispora melakukan pengawasan kepada proses penyiapan Paskibra yang sedang berjalan saat ini. Pedoman dalam penyiapan Paskibra diharapkan memperhatikan prinsip prinsip bekerja dan pelibatan anak anak. Dan sebagai pengingat para Mentor dan Senior Paskibra memperhatikan peristiwa di Tangsel agar dapat dicegah dan tidak terulang

5. Disamping takziyah kita akan menggali informasi dari keluarga tentang peristiwa yang dianggap janggal

6. Kita sering diuji dalam memaknai disiplin. Apakah disiplin relevan dengan kekerasan? Kedisplinan positif itu didalamnya ada ruang dialog, partisipasi anak, kesetaraan, melihat kesalahan sebagai proses pendidikan

7. KPAI mengingatkan dari peristiwa ini, pentingnya pedoman Child Safe Guarding dimana anak anak dipastikan aman dalam situasi yang terkontrol.

Dengan kode etik berkegiatan anak, seperti
a. Tidak melakukan kekerasan fisik
b. Tidak memalukan
c. Tidak sendirian dengan anak di tempat sepi

Jasra Putra,

Kepala Divisi Monev KPAI