Bu Risma Blusukan, KPAI Berharap Kualitas Asessmen Meningkat

Sejak dilantik Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial, Bu Risma langsung tancap gaspol membenahi keruwetan kemiskinan di Ibukota. Beliau memimpin langsung masalah sosial yang berkerak lama itu sehingga direspon beragam warga Surabaya, warga Ibukota bahkan pimpinan daerah, pimpinan pusat dan partai.

Jasra Putra mendukung apa yang dilakukan Ibu Risma dalam rangka memberi contoh baik, respon cepat penanganan kemiskinan. Yang memang nyatanya tidak mudah bagi orang orang yang mengalami kemiskinan terstruktur. Meski sudah di respon, namun semua persoalannya belum tentu tuntas. Sehingga mengembalikan mereka di jalanan.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan Jasra, terutama terkait kualitas hasil asessmen kita saat menemukan permasalahan ini, seperti pentingnya sinkronisasi data dalam penanganannya.

Seharusnya dengan KTP yang didata biometrik, kartu identitas anak (KIA), asessmen petugas Kementerian dan Lembaga , seharusnya dapat menangani secara integratif. Karena pendataan warga negara kita sudah biometrik, mulai dari sidik jari, bentuk mata, rekam wajah, fisik, sudah di data. Hasil Asessment dan rekam intervensi sudah sering dilakukan. Seharusnya tidak ada lagi warga yang mengalami kemiskinan tidak dikenali ketika di temukan di lapangan, kecuali anak anak pada umur tertentu. Butuh dukungan data tambahan, itupun seharusnya mudah. Sehingga kualitas asessmen kita seharusnya terbaca detik itu juga, dengan petugas di dukung aplikasinya.

Layanan satu atap yang ada di Kota Surabaya juga bisa di adopsi kota kota lainnya. Agar penanganan kemiskinan berbasis data terpadu, yang ketika masalah di temui di lapangan, bisa tergambar dari hulu ke hilir. Sehingga jangan sampai penanganan yang harusnya bisa di intervensi cepat, menjadi panjang dan lama. Bahkan proses asessmen berulang, tanpa.memperhatikan asesmen sebelumnya, akibat pendataan yang belum tersinkronisasi baik. Harusnya ini bisa ditembus kita dengan dukungan pendataan yang sudah baik ini. Jangan sampai, akhirnya kualitas asessmen kita jauh dari kata integratif.

Bu Risma punya peran besar menyatukan data warga di Kemendagri, data PMKS dan data yang ditemui langsung saat ini oleh Bu Risma di lapangan. Permasalahan sosial di Ibukota memang butuh perhatian besar, dan memang penting Ibukota bisa menyelesaikan sosialnya dengan baik, karena supply dari daerah penyangganya dan nasional. Dan akan menjadi potret yang baik bila dapat ditangani dengan tepat dan terpadu, seperti tahapan yang dilakukan Ibu Risma di Surabaya sampai memiliki gedung yang benar benar menjadi layanan satu atap permasalahan sosial di Surabaya..

Begitupun penyelenggaraan perlindungan anak, anak anak yang berada dalam penerima manfaat, baik PKH, Bansos, Bantuan Langsung, PKSA, BNPT maupun bantuan Sistem Jaminan Sosial, perlu dihidupkan dalam meningkatkan kualitas penerima manfaatnya, terutama keberpihakan kepada anak anak di masa pandemi, yang tidak sekuat orang dewasa ini, benar benar terlindungi.

Untuk itu di masa menunggu vaksinasi, penting kualitas asessmen menjadi dukungan kualitas hidup dan pencegahan. Tentu urutan vaksinasi yang masih antri, untuk mereka yang bekerja di layanan sosial dan anak anak rentan atau terlantar, masih menjadi perhatian kita, untuk mengurangi penularan Covid 19.

Semoga upaya Bu Risma membangun kualitas asessmen sejak detik pertama terwujud, dengan sinkronisasi pembenahan data terpadu dan melihat realita di lapangan. Selamat bekerja Bu Mensos.

Salam Senyum Anak Indonesia,

*Jasra Putra*

*Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak*
*Kadiswasmonev KPAI*

CP. 0821 1219 3515
_FB: Jasra Putra_
_Ins: @jasraputra_
_Tweet: @jasraputra80_