HUT 17 KPAI: Ajak kampanye Positif Anak Taat Prokes

KPAI memasuki umur ke 17 tahun. Setelah Presiden Megawati Soekarno Putri pada tahun 2003 mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 77 tahun 2003 tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Yang kemudian mandatnya dinaikkan dalam bentuk Undang Undang Perlindungan Anak, seperti saat ini. Menjadi cikal bakal perubahan paradigma dalam perlindungan anak.

Anak anak bukanlah subyek hukum, tetapi setiap perbuatannya ada yang menyertai penyebabnya, sehingga anak anak mendapatkan perlakuan salah, diskriminasi, eksploitasi dan kekerasan. Negara memberi hak hak kepada setiap warga negaranya yang belum mencapai 18 tahun untuk mendapatkan perlindungan menyeluruh atas hak hidupnya. Yang mengacu kepada 5 kluster hak anak yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya dan perlindungan khusus dalam rangka Pemenuhan dan Perlindungan Khusus.

KPAI adalah lembaga negara independen, yang dibentuk untuk melakukan pengawasan kebijakan atas implementasi penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia di bawah mandat Konstitusi dan Undang Undang Perlindungan Anak. Dibagi dalam tugas 9 bidang, yang menjadi 9 Komisioner. Namun belakangan peraturan ini berubah, menjadi 2 Sub Komisi saja, yaitu Sub Komisi Pengawasan Pemenuhan Hak Anak (P2HA) dan Sub Komisi Pengawasan Perlindungan Khusus Anak (P2KA). Yang dalam pelaksanaan dan pemenuhannya di kawal 8 Komisioner, yaitu Susanto, Rita Pranawati, Putu Elvina, Ai Maryati Solihah, Jasra Putra, Margaret Aliyatul Maimunah, Retno Listyarti dan Susianah.

Sebagai lembaga resmi Negara yang memasuki umur yang ke 17 tentu menjadi umur menuju kematangan berorganisasi dalam mencapai tujuannya dalam penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia.

Namun perlindungan anak di masa pandemi telah merubah pola hidup keluarga. Anak anak menjadi tanggung jawab penuh keluarga, dengan semua kegiatan di titik beratkan dari rumah. Tentu beban dirumah harus dibagi kembali dengan sekoloh dan lingkungan. Namun langkah yang baru akan dimulai, dengan kembali dibukanya PTM sebagai relaksasi di sekolah dan kegiatan ekstra anak di lingkungan, ternyata menjadi kebijakan yang harus ditarik kembali. Setelah dalam sepekan ini data menunjukkan penularan Covid pada anak sangat tinggi. Ancaman Covid pada anak, pengaduannya mulai masuk seperti laporan keluarga yang anak anaknya terpapar Covid dan lembaga lembaga yang menampung anak juga melaporkan mulai terpapar Covid. Tentunya ini menjadi ancaman buat kita semua.

Selama pandemic 15 bulan, KPAI telah melakukan berbagai survey atau Pengawasan Pemenuhan Hak Anak dan Pengawasan Perlindungan Khusus Anak pada masa pandemic Covid 19 diantaranya Pengasuhan Anak Selama Pandemi, Pekerja Anak, Pencegahan Perkawinan Anak, Kualitas Layanan Anak di LPKA, Partisipasi Anak dalam Musrembang melalui Forum Anak, Anak Rentan (Anak di LKSA, Anak Jalanan dan Anak Ondel Ondel) dan Pendidikan dan Pengajaran Anak di Era Digital.

Sejak 10 bulan yang lalu KPAI sudah mengingatkan kondisi ini. Bahwa anggapan anak tidak tertular, dari data Covid19.go.id terbantahkan. Anak anak mudah tertular. Dan beban menghadapi pandemi dalam melindungi anak, tentu akan menjadi kerja berlapis tenaga kesehatan dan relawan. Beban yang bertambah ini perlu diantisipasi, dengan berbagai kebijakan yang mendukung keberpihakan, pencegahan dan percepatan penanganan anak anak yang terpapar Covid. Karena kebutuhan khususnya,.

Untuk itu di ulang tahun KPAI yang ke 17, kami ingin mengajak kita semua membangun spirit dan motivasi para orang tua, untuk mengingatkan pentingnya meningkatkan imun anak anak dengan Kampanye Positif. Karena psikologis tumbuh kembang anak hanya bisa di ajak dengan pesan positif. Tidak mungkin reaktif, disinformasi dan hoax apalagi mengirim pesan negatif dan bernada keras. Tentu akan lebih sulit lagi kita mengajak anak anak taat Protokol Kesehatan.

KPAI di Ultahnya yang ke 17 mengajak kampanye positif Aku Bangga Pakai Masker – Aku Siap Kalahkan Virus. Kampanye positif penting dilakukan di tengah wabah dan mudahnya penularan varian baru covid 19, terutama ancaman virus varian baru yang dinyatakan 70% lebih mudah menular kepada anak anak. Kampanye taat Prokes juga digaungkan BNPB, bersama Kementerian dan Lembaga serta Organisasi Anak sebelumnya. Namun ditengah situasi pandemi mudah nyamenular kepada anak, KPAI ingin lebih keras lagi sosialisasi edukasi ini diupayakan berbagai pihak.

Kampanye positif ini di maksudkan mengajak dan mendukung anak anak berada dalam linkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya, ditengah pandemi yang mudah menular pada anak. Kampanye positif diharapkan dapat mengajak anak anak menjadi taat Protokol Kesehatan dengan mendapatkan informasi yang layak di konsumsi anak pada umurnya. Sehingga dapat membangun partisipasi anak. Tentu kita menghindari informasi tidak layak, hoax dan kampanye negatif yang akan bertolak belakang dengan kondisi mudahnya anak anak tertular Covid saat ini.

KPAI menyarankan semua produk dan jasa yang menyasar anak, baik online, offline dan daring juga untuk ikut mengkampanyekan bersama kampanye positif bersama, bahkan mengajak anak berprestasi dalam kampanye positif ini, dengan berbagai karya. Mengajak swasta, pemerintah daerah mengisi ruang iklannya di berbagai sudut kota, dengan ajakan anak anak taat prokes melalui karya karya mereka. Karena penting pendidikan sebaya dan setara ditumbuhkan guna efektifitas ajakan.

Bagaimana dengan pengurangan mobilitas anak diluar? Karena tidak ada jaminan anak anak tidak tertular, juga tidak ada jaminan juga teman temannya taat prokes. Untuk itu, tidak mungkin, selain setiap lingkungan aktif mengingatkan dan mencegahnya. Membangun kampanye positif. Dengan membangun peran serta anak dalam kampanye melawan Covid. Memenuhi lingkungan sekitar, ruang keluarga, ruang kamar, ruang gadget mereka dengan karya karya anak bertema pandemi. Menjadi kunci aktif mengingatkan ‘dari mereka untuk mereka’.

Tentu di dalam pembatasan PPKM, tidak ada situasi yang ideal. Dan menekan angka penularan Covid pada anak, sangat bergantung pada anak lainnya. Yang artinya disana ada peran orang tua. Kadang kala anak sudah dirumah, tapi virusnya yang terbawa ke rumah. Artinya keberhasilan menekan ini, menuntut perhatian semua orang tua, dalam gerak bersama. Karena melindungi anak butuh orang sekampung, tidak bisa dilakukan orang tua sendiri sendiri. tidak bisa orang tua membatasi anak, apalagi hanya memenuhi satu hak anak, karena seiring itu kebutuhan hak anak lainnyaharus dipenuhi. Tentu kita berpatokan pada pembatasan ketat, inovasi layanan dan mendukung pemusatan bantuan pada anak anak dan keluarga.

Tentu saja karena situasi yang tidak ideal, orang tua tetap harus beraktifitas ceria dan menyenangkan dari rumah. Untuk itu penting media hiburan, para pendongeng, media edukasi yang menghibur menghadirkan tontonan dari rumah. Agar anak anak tidak selalu bersama gadgetnya.

Untuk mengurangi penularan, kita juga penting mendengar kabar Vaksin untuk Anak sampai sejauh mana? Apakah sudah ujicoba sampai di fase aman untuk anak? Ini jadi pekerjaan rumah berat untuk BPOM memastikan anak terpenuhi hak haknya di tengah pandemi menyasar anak.

Kita juga tidak ingin anak anak kita mengalami Loss Learning. Dengan Angka Partisipasi Pendidikan yang menurun, namun disisi lain dengan datangnya Covid menyasar anak, ada hal lain yang perlu dibangun institusi pendidikan, dalam tetap membangun partisipasi peserta didik pada pencegahan Covid. Justru keberhasilan pendidikan saat ini, adalah bagaimana menciptakan angka partisipasi pendidikan dalam melawan Covid bersama para siswanya. Melalui institusi pendidikan kita ingin membangun partisipasi anak, menjadi generasi aktif pengurang dampak bencana Covid dari rumah, lingkungan dan sekolah. Karena bagaimanapun ke depan anak anak tetap akan kembali PTM.

Di awal pandemi Covid dan perjalanannya kita belajar, seringkali disinformasi atas penanganan Covid, menjadi dampak buruk di masyarakat. Yang menyebabkan ketidak patuhan atas instruksi kepala daerah.

Contoh saja soal Vaksin yang di dominasi oleh sikap politik serampangan dibanding substansinya. Yang berujung hoax, kebenaran diatas kebenaran, yang membuat kebingungan masyarakat. Yang berujung pada akhirnya semua orang butuh Vaksin. Untuk itu kita berharap pengalaman buruk ini tidak terjadi pada anak anak.

Hal disinformasi ini benar benar harus ditinggalkan, kalau kita ingin menyelamatkan dan mengajak mereka taat prokes dimana saja. Karena merekalah yang sepenuhnya menentukan nasib kita dan indonesia ke depan, kita tidak mungkin menolak anak yang tertular Covid. Mari berikan yang terbaik, semampu kita, di masa krisis anak anak indonesia menghadapi pandemi. Kita harus yakinkan anak anak Indonesia mampu dan percaya diri mengatasi pandemi ini. Dengan kampanye positif bersama.

Ultah KPAI juga bertepatan dengan tanggal lahir Presiden Jokowi. Yang tentu saja ini menjadi bagian kebahagiaan anak anak Indonesia juga. Untuk itu kita berharap Kampanye Positif KPAI disambut semua pihak, dalam mengirimkan semangat untuk semua anak anak dan keluarga. Dengan mengatakan bersama Aku Bangga Pakai Masker – Aku Siap Kalahkan Virus.

Terakhir, keluarga aktifis anak Indonesia juga menghaturkan belasungkawa sedalam dalamnya, bahwa garda terdepan perlindungan anak, juga terancam situasi pandemi. Beberapa aktifis anak senior anak di masa pandemi telah mendahului kita semua, seperti Yanto Mulya Pibiwanto Ketua Umum Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA PSAA), Marzuki Ketua Lembaga Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak (Jarak) dan hari ini Dhanang Sasongko Sekjen Lembaga Perlindungan Anak Pusat (LPAP) atau yang biasa disebut Komnas PA.

Untuk itu lewat Ultah KPAI kami ingin mengirimkan spirit untuk semua aktifis anak dan keluarga yang ditinggalkan. Tentu ini menjadi kesedihan yang tak berkesudahan, semua aktifis anak berduka. Namun amanah perjuangan mereka juga harus diteruskan dalam rangka melindungi anak anak Indonesia. Untuk itu mari kita teriakkan keluarga Indonesia, bahwa kita mampu melawan bersama sama kondisi ini. Bahwa dengan peristiwa ini, kita semakin termotivasi untuk mengingatkan dan menjaga semua di sekitar kita.

Kita berharap situasi ini, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, para aktifis anak, para pengasuh anak, para pelindung anak merapatkan barisan bersama dalam Kampanye Positif ini. Semoga keluarga para aktifis anak, para pengasuh, para pelindung anak, para organisasi anak, kementerian dan lembaga yang bekerja untuk anak dan anak anak, di jaga dan selamat dari ujian pandemi Covid saat ini.

Dalam Ultah ke 17 ini, KPAI mengajak terbatas para tokoh anak yang pernah menjadi Komisioner di KPAI untuk gerakan bersama Penandatanganan dan Cap Tangan dengan tema KPAI KUAT, Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Anak Efektif, Indonesia Maju. Acara ini dihadiri Deputi Perlindungan Khusus Anak KPPPA Nahar, Ketua KPAI Periode 2014-2017 Asrorun Niam, Ketua, Wakil Ketua KPAI dan Anggota dan Sekretariat dan Staff. Di sela penandatanganan, di isi kegiatan permainan yang penuh keceriaan dengan prokes yang ketat, diantaranya permainan bakiak, memasukkan paku ke botol dan ular tangga.

Salam Senyum Anak Indonesia,

Jasra Putra
Kadivwasmonev KPAI
CP. 0821 1219 3515