Inilah Rekomendasi Rakornas “Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak Korban Kehilangan Ortu Akibat COVID-19”

REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI NASIONAL
“PEMENUHAN DAN PERLINDUNGAN HAK ANAK KORBAN KEHILANGAN ORANG TUA
PADA PANDEMI COVID-19”
Jakarta, 12 Agustus 2021

Pada masa pandemi, ada anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua, maupun membutuhkan pengasuhan sementara. Kondisi ini adalah kondisi rentan bagi anak baik secara psikologis, fisik, hingga menjadi korban kekerasan. KPAI, Kementerian dan lembaga, organisasi sosial dan keagamaan, perlu mengupayakan pemenuhan hak anak agar anak-anak yang terdampak covid dapat menjalani tumbuh kembangnya dengan baik.
KPAI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional “Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak Korban Kehilangan Orang Tua Pada Pandemi Covid 19” sebagai bagian dari memastikan pemenuhan hak anak. Rakornas ini dihadiri oleh Kementerian dan lembaga, organisasi sosial dan keagamaan dan merekomendasikan:

PENDATAAN

  1. Mendorong sinergi dan koordinasi pendataan secara berkesinambungan terhadap anak korban kehilangan orangtua di masa pandemi covid-19 dengan mendirikan Sekretariat Bersama Pendataan dengan tetap memperhatikan keamanan data, validasi data, dan cakupan wilayah.
  2. Sekretariat Bersama menjadi senter layanan dan dukungan kepada anak dan keluarga oleh lintas kementerian dan Lembaga, serta partisipasi masyarakat.
  3. Pemerintah daerah melakukan edukasi kepada masyarakat agar keluarga melaporkan setiap peristiwa anak yang kehilangan orang tua kepada aparat pemerintah secara berjenjang melalui RT RW, dan desa/kelurahan.

INTERVENSI

  1. Mendorong proses assessment sosial dan psikologis terhadap anak yatim dan atau piatu untuk menghasilkan perencanaan intervensi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
  2. Mendorong pendampingan psikologis bagi anak dan keluarga agar dapat dalam kondisi psikologis yang baik yang dapat dilakukan oleh Puspaga, sekolah, maupun lingkungan anak tinggal.
  3. Memberikan dukungan pemenuhan hak dasar anak terkait sandang, pangan, dan papan melalui dukungan masyarakat sekitar dan bantuan sosial lainnya.
  4. Memberikan dukungan kepastian pendidikan anak agar tetap dapat berlanjut.

PERENCANAAN PENGASUHAN

  1. Mendorong edukasi pengasuhan berbasis keluarga dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam penyelesaian perencanaan pengasuhan.
  2. Mendorong perencanaan pengasuhan berbasis keluarga sebagai prioritas dengan mendorong prioritas pengasuhan anak kepada keluarga besar, keluarga asuh, pengangkatan anak, maupun alternatif terakhir di institusi seperti LKSA secara temporer.
  3. Mendorong dinas sosial untuk memastikan bahwa proses pengasuhan berbasis keluarga berjalan dengan baik dengan tetap melakukan pencatatan dan pendataan.
  4. Mendorong dukungan baik berupa bantuan sosial maupun dukungan lainnya bagi keluarga yang mengasuh anak yatim.
  5. Mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas penyiapan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan mematuhi etika bekerja dengan anak dalam interbensi perencanaan pengasuhan.
  6. Menyiapkan LKSA memiliki standarisasi yang baik dan mengambil peran menjembatani pelaksanaan pengasuhan berbasis keluarga.
  7. Mendorong non government organization yang bekerja di isu anak, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, lembaga amil zakat dan Badan Amil Zakat untuk mendukung intervensi perencanaan pengasuhan berbasis keluarga dengan memberikan dukungan kepada keluarga yang mengasuh anak yatim akibat covid.