KPAI : Jika Pemerintah Berlakukan Lockdown, Kebutuhan Anak-Anak Perlu Diperhatikan

Pemerintah Kalau Akan Berlakukan Karantina Ataupun Lockdown, Anak Anak Perlu Diperhatikan Kebutuhannya

Indonesia telah berada di 2 Minggu, pasca Presiden menyatakan positif Virus Corona masuk di negara kita.ratusan korban meninggal dan ribuan orang telah dinyatakan positif.

Berbagai perdebatan apakah Indonesia akan melakukan lockdown ataupun karantina menjadi perhatian besar masyarakat.

Belajar dari pengalaman situasi bencana gempa di hari pertama sampai ketiga seringkali terjadi penjarahan, karena persediaan makanan habis, lapar yang tidak bisa ditahan, akses jalan tertutup, masing masing orang sibuk menyelamatkan diri dan anggota keluarganya.

Meski penjarahan itu menjadi permakluman yang menyalurkan bantuan, karena persediaan makanan tidak aman dirumah mereka.

Pemerintah harus bisa memastikan kesiapan distribusi bahan pokok untuk semua orang. Dan anak anak sering terlewatkan dalam pemetaan kebutuhannya karena disamakan orang dewasa.

Situasi sekarang tidak ada yang menjamin tidak terkena gejala virus Korona, bila tidak mengikuti kampanye pencegahan yang dilakukan pemerintah dan senantiasa mengupdate informasi penananganannya.

Ini adalah persoalan kita semua, kita seperti dihadapkan berkejaran dengan waktu, seiring korban yang terus berjatuhan akibat persebaran virus yang trennya terus tinggi, belum menurun.

Bahkan mulai meluas selain pulau Jawa. Tangan pemerintah pun kalau sudah meluas seperti ini tentu terbatas dan butuh dukungan semua orang. Solidaritas sangat dibutuhkan. Dan bukan memanfaatkan untuk keuntungan politik.

Untuk itu penting pemerintah pusat dan daerah dan representasi pemerintah di tingkat paling bawah, sebelum memberlakukan lockdown ataupun karantina memperhatikan persediaan di setiap keluarga. Apakah cukup selama penentuan hari karantina tersebut. Kemudian jalur khusus untuk situasi darurat dan mobilitasnya, seperti ketika ada yang sakit atau melahirkan.

Meski sekarang situasinya berbeda bukan gempa. Namun bila tidak diantisipasi sejak awal, masyarakat bisa sangat khawatir dan terjadi penjarahan. Sehingga perlu dipastikan, agar masyarakat tenang dan bisa benar benar tinggal ditumah.

Situasi yang bisa tidak pasti ini perlu diantisipasi, ketika kebutuhan tinggi dan akses yang terbatas dalam hal persebaran virusĀ  korona yang sudah ribuan ini, sudah seperti berkejaran. Antara mengisolasi daerah yang terkena, kemungkinan virus terus menyebar dan para korban yang terus berjatuhan. Jawabannya kuatkan gotong royong dan solidaritas. Lindungi semua anggota keluarga.

Perlu solidaritas yang tinggi, gotong royong. Karena urusan kebersihan, cuci tangan, menjaga jarak adalah kewajiban kita semua. Tidak bisa cuci tangan digantikan pemerintah atau para petugas.

Agar masyarakat saling jaga himbauan 6 cara harus disiplin dilaksanakan yaitu jaga imunitas, cuci tangan dan semprot disinfektan, pakai masker, jaga jarak, isolasi diri jika ada gejala dan memperhatikan informasi pemerintah melalui Kemenkes.

Semua itu harus dilakukan agar masyarakat tidak fokus pada ketakutan dan stress. Lakukan saja 6 cara agar waspada.

Kepada pihak sekolah, arahkan tugas anak anak yang membangun kepedulian mereka, agar upaya orang tuanya senada dengan upaya sekolah tetap memberi tugas kepada anak anak. Karena ini pekerjaan besar, sekolah juga harus memikirkan agar anak anak mengerti wabah virus Korona. Anak anak harus dibudayakan.

Misal Anak anak dalam pertemuan online gurunya bisa di mendiskusikan antara mereka apa yang bisa dilakukan untuk mencegah.

Anak anak mulai diajak tugas dalam menjaga kebersihan didalam rumah, pendidikan memakai masker, ini dimasukkan dalam kurikulum dan tugas ajar dan mengajar.

Salam Tangguh Anak Anak Indonesia

Jasra Putra
Komisioner KPAI
Bidabg Hak Sipil dan Partisipasi Anak