KPAI Sampaikan Poin – Poin Penting Vaksinasi Anak

Poin-poin diskusi vaksinasi Anak di TVRI 15 Juli 2021 Jam 19.00 sampai 20.00 bersama Jasra Putra, Dede Yusuf, Prof Sudjatmiko dan Irlan Suud (Ketua Alumni Kanisius).

Belajar dari KIPI dan beberapa laporan yang masuk ke KPAI

  1. Perkuat skrinning dan penyiapan fisik, mental dan jiwa anak. Tidak hanya nakes, tetapi orang tua juga harus perhatikan anak sebelum vaksin. Seperti asupan makanan, minuman, istirahat yang cukup sebelum vaksin. Pendampingan dan penguatan dari orang tua langsung. Karena seringkali anak kesulitan menjelaskan identitas riwayat kesehatannya.
  2. Perhatian kepada angka kematian Ibu dan bayi karena Covid. Dari laporan yang masuk ke KPAI. Ini harus jadi perhatian untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama, karena ada kebutuhan dari peristiwa yang telah terjadi. Jadi penting pemeriksaan awal dan persiapan vaksin lebih awal untuk ibu, bumil. Apalagi jika ibu atau bumil bekerja di layanan Covid, dari kasus yang terjadi lebih rentan lagi. Karena ada perawat di layanan Covid, kemudian melahirkan dan bayi, ibu, dan ayahnya Covid
  3. Pelibatan anak pada pengurangan dampak bencana dan partisipasi bermakna dalam vaksinasi anak, perlu terus disiapkan lebih awal. Karena survey memperlihatkan 60 persen anak dan orang tua mendukung vaksin. Termasuk setelah divaksin menghidupkan disiplin positif dan kesepakatan dengan anak diruang keluarga. Dengan kesepakatan yang bisa di dorong menjadi karya anak, untuk menjadi ruang pengingat keluarga taat prokes
  4. Situasi varian baru Delta datanya menyasar anak. Dengan angka penularan yang terus trennya meninggi. Artinya ancaman tertukar sangat tinggi. Untuk itu komunikasi dan pemahaman yang sama harus terus dibangun untuk percepatan vaksinasi anak. Penguatan pendidikan sebaya dalam vaksin.

Tapi juga anak yang belum divaksin, punya hak yang sama. Termasuk anak dibawah 12 tahun. Bagaimana mereka? Untuk itu saran dokter penting anak anak yang belum di vaksin terjaga imunitasnya. Dimana anak yang tidak di vaksin mendapatkan imunitas? Ini yang perlu gerakan bersama untuk menjaga anak anak yang belum bisa di vaksin terjaga imunitas.

Berbagai cara jaga imunitas penting jadi perhatian dan edukasi. Seperti asupan gizi makanan, vitamin, berjemur di pagi hari yang terbukti menjaga imunitas. Ini yang perlu jadi perhatian untuk hak anak yang tidak di vaksin, yaitu menjaga imunitas. Seperti berjemur di pagi hari, apa mungkin jadi gerakan bersama ketika di jam sekolah, anak tetap memiliki hak hidup dan hak sehat, dengan berolahraga ringan di pjj atau ptm dengan dibawah sinar matahari, atau membuat tema Senam Anak Indonesia Lawan Covid di jam berjemur ini.

  1. Vaksinasi Anak dari Sinovac sekarang adalah yang terbaik, sudah masuk fase 1 sampai fase 3.

Kalau tanya vaksin sekarang terbaik atau tidak?

Jawabannya yang sekarang adalah yang terbaik, dibanding menunggu anak terkena Covid dan belum di vaksin

Vaksin ini telah memasuki uji klinis fase 1 sampai 3 dan telah diuji ke 500 anak. Dengan resiko ringan dan umumnya gejala ringan dampak vaksin. Prof Djatmiko mengibaratkan dampaknya itu seperti kita makan cabai, ada rasa pedas tapi akan hilang.

Untuk anak baru sembuh Covid, dapat di vaksin setelah 3 bulan. Karena sebagai penyintas Covid, masih ada kekebalan selama 3 bulan. Jadi kalau di vaksin tidak optimal kerjanya. Lebih baik selepas 3 bulan agar berfungsi vaksinnya dengan baik.

  1. Perspektif setelah di vaksin, juga penting di jelaskan. Karena kalau sudah di vaksin, bekerjanya ketika virus masuk di lemahkan. Tetapi yang penting adalah cegah penularan. Tidak keluar rumah, menjaga prokes di rumah, menjaga jarak. Karena dari 6 kerumunan orang dipastikan 1 positif (menurut Prof Sudjatmiko sekretaris IDAI)
  2. Jangan salah kaprah. Vaksin influenza untuk cegah influenza, vaksin Covid untuk cegah Covid. Jadi beda.

Sehabis di vaksin Covid kemudian demam dan di swab positif. Ini bukan karena vaksin. Tapi inkubasi virus sudah seminggu. Artinya seminggu ini sudah terinfeksi. Jadi bukan karena vaksin.

Jadi bila ada gejala demam, batuk, dan gejala lainnya. segeralah di cek. Itu yang penting. Agar jika terkena Covid dapat ditangani lebih cepat.

  1. Alumni Kanisius menjadi mitra pemerintah dalam penyelenggaraan vaksinasi anak dan siap dukung penyelenggaraan vaksinasi anak. Kanisius menyediakan 2000 kuota vaksin setiap hari. Dan akan berlangsung beberapa hari kedepan. Dan bila masih dibutuhkan siap terus menfasilitasi vaksinasi anak dan siap sekolahnya menjadi tempat dan kerjasama.
  2. Pak Jasra KPAI juga menyampaikan, pentingnya jemput bola vaksin di perluas dari sekolah ke sekolah berasrama, pesantren, panti, LPSK, LPKA. Sebagai tempat lembaga perlindungan anak, perlindungan anak terlantar dan anak perlindungan khusus, yang perlu dilindungi petugasnya dan anak. Karena perbandingan antara petugas dan anak yang perlu perhatian lebih.

Dalam diskusi juga di sosialisasikan Undang Undang Perlindungan Anak pasal 44 tentang Oh iya tadi diskusi nya dibuka sosialisasi UU PA psl 44 tentang tugas Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi Anak agar setiap Anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.
(2) Penyediaan fasilitas dan penyelenggaraan upaya kesehatan secara komprehensif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didukung oleh peran serta Masyarakat.
(3) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan.
(4) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara cuma-cuma bagi Keluarga yang tidak mampu.
(5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”