KPAI: Satu Juta Lebih Anak di Indonesia Belum Miliki Akta Kelahiran

JAKARTA, NNC – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putramengatakan, ada sebanyak 1.072.624 anak usia 1-18 tahun belum memiliki akta kelahiran. Angka ini 86,49 persen dari total anak di seluruh Indonesia per Maret 2018.

Kata Jasra, ada sebanyak tiga provinsi yang pembuatan akta kelahirannya rendah. Tiga provinsi itu adalah Maluku, Papua dan Papua Barat. Maka Jasra berharap Pemerintah Daerah (Pemda) di tiga provinsi tersebut mencari inovasi untuk meningkatkan partisipasi pembuatan akta agar setara dengan provinsi lain.

“Rendahnya angka pembuatan akta kelahiran ini salah satunya terjadi karena adanya regulasi atau denda membayar. Selain itu terjadi persepsi orang tua yang menilai akta keluarga hanya digunakan untuk keperluam sekolah saja, sehingga anak usia 0-6 tahun kosong (tidak miliki akta),” kata Jasra dalam acara “Ekspose Hasil Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Anak Tahun 2018”, di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Pernyataan ini disampaikan Jasra, karena pada dasarnya setiap anak berhak memperoleh identitasnya karena hal tersebut merupakan administarsi kependudukan yang harus dimiliki oleh setiap warga negara.

Diharapkan KPAI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bisa mendorong Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota melakukan percepaian pencapaian hak pencatatan akta kelahiran anak, melalui penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) dan inovasi dari setiap daerah yang masih dibawah rata rata pencapaian akta kelahiran.

Selain terkait akta, Jasra juga komentari adanya kegiatan Partai Politik yang diharapkan menjadikan Kampaye Ramah Anak yang bertujuan tidak melibatkan anak dalam kegiatan kampanye Partai Politik. KPAI juga mendorong kandidat Calon Legislatif (Caleg), Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk memiliki visi, misi dan program pro perlindungan anak.