Libur Panjang, Saatnya Semua Fasilitas Disiapkan Lebih Ramah Selama Pandemi Covid 19

Berkumpul dengan keluarga dalam suasana liburan tentu sangat menyenangkan. Berkurban, berbagi, dan peduli menjadi semangat bersama selama pandemi Covid 19.

Liburan Iedul Adha kali ini perlu dimanfaatkan, selepas 5 bulan menjalankan rutinitas dalam menuju adaptasi kebiasaan baru.

Rumah sebagai pusat aktifitas perlu relaksasi, agar lebih ramah buat penghuninya.

Dari rumah anak anak dapat menjadi bagian dari pengurangan bencana non alam. Dengan dari rumah siap melawan Covid 19.

Berbagai kebutuhan seperti masker, faceshield, sarung tangan, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan baju lengan panjang menjadi kebutuhan pencegahan. Perlu lebih di dekatkan dengan anak anak.

Apalagi bisa di lengkapi dengan pernak pernik karya anak, yang di terapkam di berbagai produk atau sekedar di tempelkan di dinding, tentu anak anak akan lebih menyukainya dan memakainya.

Sirkulasi udara rumah dimasa bermasker, tentu perlu di perhatikan. Agar tidak terhalang ketika keluar masuk rumah, asrama, pesantren, kontrakan dan indekost.

Keluar rumah dengan memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, perlu media yang lebih ramah buat anak, agar ia bisa mengingatnya setiap saat. Seperti menempelkannya jelang keluar dari pintu utama rumah atau kamar mereka. Apalagi tulisan pengingat tersebut merupakan karya mereka atau gambar mereka. Bisa juga karya anak di sertakan dalam media pengingat tersebut.

Menjadikan ananda adaptif, maka mereka akan berperan aktif dalam mengurangi dampak bencana kali ini.

Memang tuntutan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beraktifitas dari rumah mulai dirasa membosankan, namun pola hidup bersih dan sehat tetap harus dikuatkan dari rumah.

Penularan melalui udara, menuntut keluarga meningkatkan kualitas udara yang bersih Kegiatan seperti menanam pohon dapat memperbanyak produksi oksigen dirumah.

Dukungan pemerintah dan lingkungan dalam menjaga kualitas udara bersih perlu diupayakan bersama sama. Seperti mengurangi paparan asap rokok di depan anak anak, menghentikan kebakaran hutan, pengurangan asap kendaraan, memastikan polusi udara berkurang, pengurangan dampak limbah dan asap pabrik kimia.

Masa pandemi ini memang menuntut kita kembali merenovasi ulang ruang rumah dan ruang publik kita. Semua pembangunan yang bernilai lebih ramah selama pandemi menjadi kebutuhan. Begitu juga kebijakan publik dan angggaran harus berpihak dalam mencegah penularan.

Seperti membangun rumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik, pemetaan layak hunian yang memperhatikan rasio dan pergerakan orang, pembangunan, layanan publik yang memperhatikan pencegahan penularan dan mengurangi dampak bencana non alam.

Kita berharap pasca liburan dan kembali masuk rutinitas, rumah kita akan lebih hangat dengan suasana baru yang ramah selama pandemi untuk anak anak kita.

Salam Senyum Anak Indonesia

Jasra Putra
Komisioner KPAI
Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak dan
Kadiv Wasmonev KPAI
CP. 0821 1219 3515