Pemerintah Perlu Antisipasi Potensi Angka Putus Sekolah Yang Tinggi Di Masa Pandemi

Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh dilakukan karena penting mengedepankan kesehatan. Dengan angka penularan yang tinggi, anak anak terus terkunkung pandemi dan dengan kondisi yang tidak mudah mengajak anak anak menjaga jarak, memakai masker dan budaya cuci tangan.

Hari Anak Nasional tahun ini mengambil tema Anak Terlindungi Indonesia Maju. Dengan mengajak bahagia dari rumah.

Untuk itu berbagai upaya dilakukan, agar anak betah dirumah, dan mau beradaptasi.

Berbagai kebutuhan dasar yang menjadi hak anak perlu terus diupayakan. Karena mereka tidak bisa memastikan sendiri. Perlu upaya orang orang dewasa sepenuhnya.

Masa pandemi Covid 19 memusatkan segala aktifitas di rumah, berarti kabar baik untuk semua program pemerintah, swasta, masyarakat dan lingkungan untuk mendukung sepenuhnya keluarga.

Jangan sampai anjuran Presiden agar rumah dan kingkungan terdekat aktif memusatkan dukungan untuk keluarga tidak serta merta dengan pengarusutamaannya. Diantaranya dukungan agar anak tetap dirumah.

Begitupun pembelajaran jarak jauh yang menjadi kebijakan mementingkan terbaik untuk anak dari rumah perlu didukung penunjang agar pendidikan berlangsung baik.

Karena jika tidak angka putus sekolah bisa jadi sangat tinggi selama PJJ.

Untuk itu kurikulum yang menunjang PJJ dan mengatasi mereka yang tidak bisa PJJ menjadi hak konstitusi mencerdaskan bangsa di era pandemi yang tidak boleh terlewatkan, satu siswapun. Disisi yang lain angka partisipasi sekolah dan putus sekolah harusnya bisa diatasi dengan metode pembelajaran yang baru ini.

Seharusnya tidak ada halangan satu anak pun mendapatkan hak belajar, karena sarana virtual, daring dan luring disediakan pemerintah. Persyaratan harus ada gedung sekolah, seragam, peralatan tas, buku dan lainnya, bisa teratasi dengan metode belajar sekarang.

Data 8.522 sekolah belum berlistrik dan 42.159 sekolah belum berinternet, juga butuh dukungan.

Karena jika tidak, maka keinginan pemerintah adaptasi menitikberatkan peran rumah yaitu keluarga bisa gagal.

Bantuan BOS yang biasanya untuk pengadaan peralatan sekolah, PKH yang menjadi pendukung penunjang pendidikan, dana pendidikan daerah seperti KJP yang biasanya digunakan membeli tas, sepatu. Semua itu mungkin tidak lagi dilakukan atau berkurang pengadaannya.

Artinya bukan tidak mungkin Menkominfo dan Kemendikbud membantu implementasi konstitusi kita pada kecerdasan bangsa, dengan memberi kemudahan bagi para siswa yang menghadapi permasalahan belajar selama pandemi. Karena itu hak konstitusi setiap warga negara mendapatkan pendidikan.

Metode belajar dirumah melalui layar sentuh hp android yang berlayar kecil juga membutuhkan inovasi agar dapat disentuh juga dari rumah, agar pembelajaran melalui jaringan internet tidak berlangsung seperti tatap muka. Tapi masuk sebagai apliaksi belajar yang interaktif dari rumah.

Kita dukung Menkominfo bersama Kemendikbud dan kementerian serta lembaga untuk mewujudkan hal ini.