Sikap KPAI Terkait Pembatalan PKPU Pelarangan Nyaleg Napi Pelecehan Anak

Rilis KPAI terkait pembatalan PKPU no.20 tahun 2018 tentang syarat pencalonan anggota legislatif dan pelarangan eks napi pelaku pelecehan seksual anak

Pertama, menghargai putusan MA tersebut dan kita akan dalami putusan tersebut kepada pencalekan terhadap eks pelaku kejahatan seksual anak termasuk dampak psikologis korban serta pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia

Kedua, kita berharap partai politik menegakan fakta integritas yang telah ditanda tangani untuk tidak mencalonkan eks pelaku kejahatan seksul anak,

Ketiga, dampaknya terhadap putusan tersebut tentu napi pelaku pelecehan seksual anak akan diberikan kesempatan untuk mencalon.Kendatipun baru 2 bacaleg yang terditek di Kota Kupang dan Manggarai Barat yang mengajukan diri.Kedua-duanya sudah dicoret oleh KPU dalam proses bakal calon sementara (DCS).Kita berharap dan menghimbau partai politik tetap kembali kepada fakta integritas yang sudah ditanda tangani, dan mendukung upaya-upaya penyelenggara Pemilu (KPU-Bawaslu) memikirkan agar bacaleg tersebut di umumkan identitasnya agar masyarakat memiliki informasi yang cukup dalam menentukan pilihan politiknya.

Jasra Putra (Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak)