Staffsus Kemendikbud dan Komisioner KPAI Ceramah di Seminar Pendidikan di Nanggung

Nanggung, Bogor – Yayasan Juang Umat Gemilang Bogor pada hari Minggu, 4 November 2018, menyelenggarakan seminar pendidikan dan anak se kecamatan Nanggung. Seminar mengundang nara sumber Fajar Riza Ul Haq (Staf Khusus Kemdikbud RI Bidang Kerja sama dan Kelembagaan) dan Jasra Putra (Komisioner KPAI Pusat. Adapun tema seminar yang diangkat yaitu “Membaca Peluang dan Tantangan Potensi Pendidikan di Kec.Nanggung”. Dalam materi seminarnya,  Fajar menjelaskan tentang telaah kebijakan pemerintah dalam pendidikan.

“Anggaran pendidikan yang diamanatkan pemerintah sebesar 20 persen dari APBD belum seluruhnya dijalankan oleh pemda di Indonesia,” demikian Fajar menjelaskan.

Fajar juga menjelaskan bahwa secara historis peta kecamatan Nanggung sejak zaman kolonial sudah ada dan merupakan daerah yang subur sehingga peninggalan zaman kolonial Belanda masih ada, salah satunya misalkan perkebunan teh Nirmala di desa Malasari. Masih menurut Fajar, pendidikan di kecamatan Nanggung tidak akan dapat maju tanpa adanya kerja sama dari seluruh stakeholdera yang ada, terlebih keberadaan UBPE PT.Antam Pongkor seyogyanya dapat meningkatkan IPM kecamatan dalam pendidikan dapat lebih ditingkatkan.

Dalam sisi yang berbeda, Jasra menjelaskan tentang perlunya orang tua, sekolah dan masyarakat untuk semakin mengontrol anak anak dalam penggunaan gawai (gadget) dalam kehidupan sehari hari. Disadari atau tidak, saat ini waktu kebersamaan anak dan orang tua sedikit banyak tersita oleh asyiknya interaksi anak atau orang tua dengan gawainya seperti smartphone dan medsos.

“Orang tua harus masuk ke dalam rumah medsos anak seperti Facebook, Instagram dan medsos lainnya, supaya orang tua mengetahui aktifitas anaknya di medsos, ” ujar Jasra. Selain itu Jasra juga menjelaskan tentang kekerasan yang cukup rawan menimpa anak anak di sekolah dengan adanya kasus bullying yang cukup sering terjadi.

Ketua Yayasan Juang Umat Gemilang Bogor,  Rudi Haryono mengatakan bersyukur seminar dihadiri peserta cukup banyak yang terdiri dari unsur muspika Nanggung, tokoh masyarakat, unsur PGRI, Kwarran, PGH dan juga para pendidik PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat serta mahasiswa yang berdomisili di kecamatan Nanggung. Rudi menjelaskan tujuan diadakannya seminar adalah dalam rangka menggali sejauh mana permasalahan pendidikan di kecamatan Nanggung dan juga solusi yang ada.

Salah seorang peserta seminar, Tatang Somantri yang berasal dari desa Malasari mengatakan seminar sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan isu pendidikan di kec. Nanggung, dan berharap pasca seminar ada tindak lanjut yang lebih kongkrit.