Tingginya Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual, KPAI Wajibkan Sosialisasi Kespro Di Masa Pandemi

Masa pandemi yang telah berlalu setengah tahun ini meninggalkan tingginya kasus kekerasan seksual kepada anak anak. Tentu saja mandate penanganan satu atap dalam kasus kekerasan seksual sebagaimana yang disampaikan Presiden pada ratas 9 Januari 2020 lalu harus serius segera diwujudkan. Karena masa pandemi ini kita patut khawatir dengan keterbatasan layanan anak.

Untuk itu kearifan lokal, modal social, inisiatif dan inovasi dengan menggerakkan SDM yang terdekat dengan anak sangat di perlukan. Kita belajar kasus kasus kekerasan seksual dipemberitaan terakhir yang penanganannya sempat terhenti. Artinya faktor pandemi akan memperparah layanan, jika tidak ada langkah langkah serius dan keberpihakan kepada para korban.

Kita melihat dalam kebijakan anak membutuhkan perlindungan khusus ada 15 kluster, dan mereka semua di masa bencana, kalau tidak diperhatikan akan semakin berlapis kondisinya. Kita tidak bisa memungkiri kondisi anak dalam bencana. Dimana anak membutuhkan perlindungan khusus.

Biasanya protocol cegah kekerasan seksual disiapkan di area bencana alam, tapi di area banana non alam kita perlu juga menerapkan. Agar bisa dilakukan pencegahan sejak dini.

Tingginya pemberitaan kasus kekerasan seksual, menjadi perhatian serius, agar tidak menjadi regenerasi kekerasan baru. Sebagaimana yang diyakini para praktisi pendamping kekerasan dan kejahatan seksual. Jika tidak ditangani keberlanjutan maka kondisi korban dapat lebih buruk lagi.